Kantor Penyair

puisi kurnia aji yudanto

Mandi Hujan

Karena ini musim hujan, hujan sering datang dan memandikan semua yang kotor di kota.

Hujan memandikan kepalamu yang penuh kenangan mantan.

Hujan memandikan hatimu yang kelebihan harapan.

Hujan memandikan kenyamanan dari kita jalanin aja dulu ya sebagai teman.

Hujan memandikan kantor pemasaran hotel di jalan-jalan.

Hujan memandikan tanah yang digusur paksa pembangunan.

Hujan memandikan kolom agama di Kartu Tanda Penduduk orang tak ber-Tuhan .

Pada suatu malam hujan turun, orang-orang sedang ngopi santai di pos ronda. Hujan malam mengalirkan kritisi dan ujian-ujian yang tidak bisa dijawab mahasiswa, dosen, dan penguasa.

Apa hujan membersihkan semua kota dari segala kotoran?

Apa hujan akan berhenti membersihkan kota dari segala kotoran?

Ternyata hujan melahirkan jebule  dan di dalam jebule lahirlah kenyataan-kenyataan yang jebule berbahaya.

Bahwa ternyata kota telah dimandikan oleh hujan air mata warganya.

Februari 2019

 

Potret Mandi

Tengah malam, ia akan pulang ke pelukan kamar mandi,

dengan tubuhnya yang macet dan ramai.

Tubuhnya tinggal celana compang camping,

dengan  tambalan bayaran tulisan pas-pasan akhir bulan.

Sampai di depan kamar mandi,

Ibu sedang menjaga pintu kamar mandi

Sambil membaca buku cerita lucu.

“Saya mau mandi dengan potret mandiku ketika kecil dulu, Bu.” Katanya malu-malu,

dengan mengenakan celana lucu bergambar batman, dan giginya ompong satu.

Ibu tertawa, ia mengeluarkan foto masa kecilnya dulu,

yang sedang mandi di sebuah jalan yang lengang dan lebar,

dari air mata ibu yang tulus.

Ibu menata sebuah mandi yang khusyu

: Mandi di sebuah kamisan pada sore yang deras

setelah beberapa tahun penculikan.

Maret 2019

 

Hobi Mandi

Waktu kau masih kecil dan belajar di sekolah dasar ,

Ibu guru menyuruhmu menceritakan hobi.

Lalu kau bercerita dengan berani :

Hobi saya mandi, ibu guru…

Kau biasa mandi empat kali sehari.

Semuanya dengan keramas dan menggosok gigi.

Bapakmu sampai heran,

Kemana perginya sampo dan pasti gigi

“Sudah saya pakai mandi, Pak. Kebersihan adalah sebagian dari iman,”  katamu bangga.

Bapakmu senang.

“Bagus! Sekarang uang makan harus berkurang untuk membeli pasta gigi lagi.” kata bapak sambil masuk ke kamar mandi dan memandikan dompet yang sudah mati.

Januari 2019

 

Cerita Ahli Mandi yang Mencoba Memandikan Kekuaasaan dengan Pikiran Namun Dilupakan di Kamar Mandi Milik Negara Setelah Disiram Air Keras Sesudah Ibadah ke Masjid dan Mendoakan Nasib Rakyat di Negara yang belingsatan Memandikan Rakyatnya dengan Undang-Undang dan Berbagai Macam Larangan yang Untungnya Ia Tidak Diracun dan Meninggal di Atas Langit Rumania Seperti Kawan Mandinya yang Lain yang Juga Suka Mendiskusikan Mandi meski Akhirnya Meninggal di Kamar Mandi Pesawat dibunuh Pembunuh yang Mendapat Remisi setelah ia Merasa Menyesal

Mungkin itulah sebabnya kami menjadi tukang mandi yang takut menghadap cermin. Takut jujur pada diri sendiri. Takut melihat tahi lalat di dahi kiri.

Maret 2018

 

Kantor Penyair

Tubuh saya ini kantor kontrakan

yang kebetulan

ditinggali ruh seorang penyair.

Di depan ada jendela,

yang ditempeli stiker hantu

yang sedang mandi sendiri

supaya apa?

Supaya tidak ada yang masuk dan mengganggu si penyair.

Meski si penyair sebenarnya

adalah hantu yang sedang mandi dalam stiker itu.

Ada meja dan mesin ketik.

: Mesin kecil, mesin kenangan

yang mengetik kita menjadi ribuan bahasa kata.

Sebenarnya,

sekarang si penyair sedang menulis kamar mandi paling pas

untuk tempat mandi kita berdua.

Januari 2019

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

374 pemikiran di “Kantor Penyair”