Penting, Inilah 5 Cara Menulis Paragraf Pembuka

Cara menulis paragraf pembuka

Sebagian penulis menghabiskan waktu di depan buku catatan atau laptop tanpa menulis apa-apa. Terkadang belasan draft hanya berakhir di tempat sampah. Kesulitan menulis kalimat dan paragraf pertama menjadi momok yang menakutkan.

Untuk mencegah waktu yang terbuang percuma ketika memikirkan apa yang hendak ditulis, beberapa penulis senior membagikan tips cara menulis paragraf pembuka dengan mudah. Berikut informasinya.

Cara menulis paragraf pembuka yang pertama adalah hadirkan rasa penasaran kepada pembaca

cara menulis paragraf pembuka
pexels.com

Yang diperlukan dalam menghadirkan rasa penasaran adalah menulis sesuatu yang tidak sepenuhnya. Ini seperti bermain tebak-tebakan. Ungkap sebagian, dan bukan seluruhnya.

Sebagai contoh, perhatikan alinea pertama dari cerpen berjudul Mayat tanpa Bola Mata karya Ardy Kresna Crenata:

“Korban kali ini seorang model, seorang gravure idol yang sedang naik daun. Seperti empat korban sebelumnya, rongga matanya pun kosong; sepasang bola matanya telah diambil dan mungkin dibawa oleh si pelaku, dan mungkin dibuangnya di suatu tempat, atau dikoleksinya, atau bahkan dimakannya….”

Pembaca akan langsung penasaran, mengapa ada korban? siapa pelakunya? apa yang akan terjadi? Pertanyaan-pertanyaan semakin bermunculan seiring kalimat per kalimat dibaca. Dan penulis, tentu saja, telah sukses menghadirkan rasa penasaran yang akan menjamin cerpen tersebut dibaca sampai habis.

Untuk menghadirkan rasa penasaran, tidak hanya dengan cerpen bergenre misteri atau thriller, bisa pula dengan genre lainnya. Asalkan penulis bisa menyuguhkan sebuah permasalahan yang problematik di awal kalimat.

Cara menulis paragraf pembuka yang kedua yaitu gunakan kalimat pendek dan langsung

Cara menulis paragraf pembuka
pexels.com

Kalimat pendek biasanya terdiri dari lima sampai sepuluh kata. Kalimat pendek di awal cerita memiliki peran yang cukup signifikan untuk menarik pembaca agar tetap bertahan membaca cerita fiksimu sampai habis.

Perhatikan alinea pembuka dari cerpen Saat Orang-Orang Terlelap, Matahari dan Rembulan Bertemu Diam-Diam karya Mashdar Zainal.

“Perawan itu bernama Maria. Nama lengkapnya Gamaria atau Kamaria atau lebih fasihnya: Qomaria. Kata itu berasal dari bahasa Arab dan berarti rembulan….”

Selain penting untuk pembaca umum, cara ini juga agar menarik para redaktur media, seandainya kamu mengirimkan karya ke media tertentu. Redaktur-redaktur memiliki waktu yang tidak banyak. Mereka pun mesti memeriksa karya yang dikirim dalam jumlah banyak.

Nah, jika pada kalimat pertama di paragraf pembuka sudah tidak menarik, dan sulit dipahami, maka karyamu akan berakhir di tong sampah. Padahal kamu mesti menunggu hingga berbulan-bulan untuk ditayangkan.

Baca Juga: Mengenal 4 Jenis Keluarga Font

Yang ketiga dari cara menulis paragraf pembuka adalah hindari membicarakan hal yang tidak terlalu penting

cara menulis paragraf pembuka
pexels.com

Beberapa hal yang sebaiknya dikurangi ketika menulis paragraf pertama adalah perihal cuaca dan pemandangan. Dua hal itu boleh ditulis, tetapi sebaiknya tidak terlalu detail. Kecuali kamu ingin menulis cerita tentang perubahan iklim.

Perhatikan perbedaan pada dua alinea di bawah ini:

  1. Pagi ini hujan turun sangat deras. Gemuruh angin membuat ranting-ranting pohon saling mengiris. Seluruh kota menjadi remang. Dan beberapa bagian jalan tergenang air. Maya mulai berpikir untuk tidak masuk kuliah.
  2. Maya terbangun dari tidurnya. Seketika ia ingat satu hal: kucing peliharaannya akan dibuang oleh orangtuanya pagi ini. Maya melompat dari ranjang, lantas berlari turun dari kamarnya. Namun, yang ia dapati hanya keheningan di dapur. “Ke mana, Ibu?” gumamnya. Kemudian Maya mendengar samar-samar suara rintik hujan di luar. Barangkali ibunya tidak jadi ke luar rumah karena gerimis.

Paragraf mana yang paling menarik? Jika dibaca lebih cermat, akan tampak bahwa paragraf kedua terkesan menarik. Porsi deskripsi cuaca pada paragraf kedua lebih sedikit, tetapi permasalahan cerita menjadi yang utama.

Maka, tulislah ‘apa yang terjadi’ tentang cerita fiksimu, dan pinggirkan deskripsi hal-hal yang kurang penting.

Cara menulis paragraf pembuka yang keempat ialah tulis peristiwa yang berkaitan dengan gerak

Cara menulis paragraf pembuka
pexels.com

Sesuatu yang bergerak itu menarik. Pergerakan dari manusia yang berlari, mobil yang berjalan, pesawat yang lepas landas, atau pintu yang terbuka dan mata yang berkedip, merupakan elemen gerak bagi cerita fiksi.

Gerakan-gerakan yang tertulis pada alinea pertama akan membuat cerita sungguh menarik. Berbeda jika cerita hanya dibuka dengan “Cahaya mentari menembus jendela di kamarku.”

Sebagai contoh, kutipan dari fiksi berjudul Lima Jam Bersama Mario karya Miguel Delibes:

“Setelah dia menutup pintu di belakang pengunjung terakhir, Carmen menyandarkan kepalanya sedikit ke dinding sampai dia merasakan sentuhan dingin permukaannya dan berkedip beberapa kali, seperti terpesona. Tangan kanannya sakit dan bibirnya bengkak karena banyak berciuman.”

Gerakan-gerakan kecil itu menciptakan imajinasi pada benak pembaca. Unsur ketegangan akan membuat pembaca menyukai cerita tersebut. Pertimbangkan untuk menyertakan unsur gerak di paragraf pembuka.

Terakhir, cara menulis paragraf pembuka adalah dengan mengatur waktu dan tempat

Kamu juga bisa menulis kapan dan di mana peristiwa itu terjadi. Cara ini agar fiksimu menjadi lebih kontekstual dan istimewa. Peristiwa tahun 1945 dan tahun 2019 tentu akan berbeda. Begitu pula tempat di Jakarta dan di Tokyo. Masing-masing waktu dan tempat memiliki ciri khas tertentu.

Sebagai contoh: pertimbangkan alinea pertama dari novel 1984 karya George Orwell:

“Hari yang cerah dan dingin di bulan April, dan jam yang menyentak tiga belas kali. Winston Smith, dagunya menyeruak ke dadanya dalam upaya untuk melepaskan diri dari angin keji, menyelinap dengan cepat melalui pintu kaca Victory Mansions, meskipun tidak cukup cepat untuk mencegah gelombang debu berpasir masuk bersamanya.”

Dengan adanya waktu dan tempat, penulis seolah-olah mengajak pembaca untuk memasuki cerita bersama-sama di suatu waktu dan tempat.

Baca Juga: Cinta di Suatu Senja

Sudah mulai memperoleh inspirasi untuk menulis? Kata banyak penulis, menulis kalimat pertama dan paragaf pertama menjadi kunci kelancaran menulis.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

54 pemikiran di “Penting, Inilah 5 Cara Menulis Paragraf Pembuka”