Melatih Kemampuan Menulis Itu Sulit? Coba 3 Cara Ini

Melatih Kemampuan Menulis

Kemampuan menulis tidak hanya datang dari bakat menulis. Menulis terus-menerus dapat pula melatih kemampuan menulis. Penulis yang menulis setiap hari akan terbiasa menemukan ide dibandingkan penulis yang menulis hanya pada hari-hari tertentu.

Selain tidak berhenti membaca, penulis bisa melatih kemampuan menulis dengan beberapa cara. Pada artikel ini akan dijelaskan tiga cara melatih kemampuan menulis. Semuanya bisa kamu terapkan dengan mudah.

1. Melatih Kemampuan Menulis Dengan Menulis Ulang Karya Orang Lain

melatih kemampuan menulis
pexels.com

Pilih satu karya yang kamu senangi atau telah direkomendasikan oleh penulis lain sebelumnya. Karya itu dapat berupa puisi dan cerpen—bukan novel karena terlalu panjang. Kemudian tulis ulang dengan dua cara, yaitu keseluruhan redaksinya sama atau hanya garis besarnya.

Jika kamu memilih menulis dengan keseluruhan redaksi yang sama, kamu bisa menulis dengan perlahan. Pastikan kamu memahami setiap kata, bait, kalimat, dan paragraf. Pastikan juga kamu mengingat pemilihan diksi, cara penulis itu menguraikan penjelasan, dan detail-detail lainnya.

Namun, kalau kamu memilih untuk menulis ulang dengan caramu sendiri, pastikan kamu memahami inti karya tersebut. Ingat-ingat juga bagaimana setiap bait atau paragraf saling sambung menyambung. Meskipun tidak perlu terlalu detail, tapi itu perlu untuk melatih teknik menulis.

Ketika kamu sudah selesai menulis ulang dengan caramu sendiri, baca kembali dan bandingkan dengan karya aslinya. Jika karyamu tampak sangat buruk, tidak perlu panik, setidaknya kamu sudah memahami bagaimana menulis seperti karya orang lain.

Baca Juga: Kiat-Kiat Praktis Membuat Peta Cerita

2. Mengundi Kata-Kata

melatih kemampuan menulis
pexels.com

Cara ini seperti memilih secara acak sebuah tema tulisan. Kamu bisa menyiapkan empat kotak kecil, selembar kertas, sebuah bolpoin, dan sebuah gunting.

Kemudian gunting kertas tersebut dalam potongan yang kecil-kecil sekira tiga sampai lima sentimeter. Tulis kata-kata dalam kelompok S-P-O-K yaitu subjek, predikat, objek, dan keterangan. Contohnya “Lisa (Subjek) Membaca (Predikat) Buku (Objek) di Teras (Keterangan).”

Kamu bisa mencari contoh lain kalimat S-P-O-K dari pencari di mesin pencari. Dari situ kamu lipat kertas-kertas kecil itu dan letakkan masing-masing kata pada masing-masing kotak kecil sesuai kelompoknya. Semakin banyak kertas yang ada pada kotak kecil, akan semakin bagus. Namun, jika kesulitan, maka cukup limat kata di setiap kotak.

Selepas itu, ambil masing-masing kertas dengan acak. Maka kamu akan mendapati susunan kata menjadi kalimat baru. Dan itu menjadi tantanganmu untuk membuat karya berdasarkan kalimat yang kamu pilih secara acak. Menantang, bukan?

3. Mencatat Adegan dan Dialog di Film

melatih kemampuan menulis
pexels.com

Cara ini termasuk yang paling efektif. Ketika sedang menonton film, usahakan untuk menyediakan buku catatan di dekatmu—tentu bukan saat berada di studio bioskop. Rilekslah tanpa perlu terbebani untuk menulis seluruhnya sehingga kamu tidak menikmati film tersebut. Dan itu justru menjauhkanmu dari memahami film itu.

Konsentrasilah dalam menonton setiap detiknya. Penglihatan dan pendengaranmu perlu dibuat fokus pada film yang kamu hadapi. Namun, jangan biarkan dirimu tenggelam dalam film tersebut. Ingat bahwa kamu menonton film dengan tujuan untuk menemukan sesuatu yang menarik untuk bahan tulisanmu.

Kala kamu menemukan adegan dan dialog yang keren, cobalah menjeda sesaat film tersebut. Tulis secara detail adegan dan dialog tersebut. Bisa juga dengan bahasamu sendiri. Dan ingat, tulis hanya yang paling penting dan kira-kira cocok untuk karyamu.

Barangkali ada yang bertanya, mengapa film bisa membantu penulis? Film berasal dari skenario yang ditulis. Teknik penceritaan di film hampir sama dengan kisah-kisah yang dituliskan. Oleh sebab itu, selain bisa mengambil inspirasi dari film, juga untuk melatih visualisasi tulisan.

Ibaratnya agar tulisan bisa terasa hidup, maka belajarlah dari film yang menghidupkan cerita dari adegan per adegan. Hal itu agar karya tulismu bisa nyaman dibaca.

Baca Juga: Harta Karun Maestro Dunia di Pameran Buku Antik

Dari ketiga cara melatih kemampuan menulis di atas, apakah kamu sudah memahami semua? Jika belum, tidak perlu segan-segan memberikan komentar di bawah. Kamu juga bisa menambahkan cara lain agar kita bisa belajar bersama. Dan jangan lupa untuk selalu membaca ya.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

74 pemikiran di “Melatih Kemampuan Menulis Itu Sulit? Coba 3 Cara Ini”